X-Steel - Wait

Senin, 15 Oktober 2012

Kesenian Rebana


 Kesenian Tradisional Kabupaten Karimun


Foto : Alat Musik Gendang Hadrah     
Masyarakat Melayu khususnya yang berada di Kabupaten Karimun memiliki berbagai kekayaan seni dan budaya. Seni dan budaya diteruskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sejak zaman dahulu hingga saat ini. Seni dan budaya yang beraneka ragam tersebut ada yang tumbuh subur dan ada pula yang mulai hilang dan punah karena kurang mendapat perhatian dari generasi saat ini.  Bentuk dan nilai atau norma-norma yang terkandung di  dalam setiap seni dan budaya memiliki arti yang sangat penting dalam mengatur tatanan hidup berbudaya dan bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap kegiatan kesenian tradisional yang dilaksanakan bukanlah sekedar menghambur-hamburkan harta atau memamerkan kekayaan atau jabatan, tetapi semuanya bertitik tolak dari tata hidup yang saling hormat menghormati, mencintai kesenian tradisional tersebut dan yang paling utama adalah tanda bersyukur dan berterima kasih atas limpahan rezeki dan karunia yang telah diberikan oleh Allah S.W.T.
Dalam seni dan budaya yang dimiliki masyarakat terdapat berbagai nilai moral dan agama. Nilai moral pada dasarnya mengandung berbagai tatanan dan aturan sopan santun dalam hidup individu baik untuk dirinya maupun lingkungannya.  Nilai-nilai moral berisikan berbagai pesan-pesan moral kepada pendengarnya, yang berguna sebagai pegangan hidup sehari-hari dan berguna di dunia dan akhirat.
Unsur-unsur kesenian yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Karimun adalah; seni musik, seni tari, seni teater, seni sastra, dan seni rupa. Jenis-jenis kesenian ini sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari. Seni lukis tidak banyak terlihat dalam kehidupan karena tampaknya kurang diminati warga masyarakat. Namun demikian bukan berarti seni lukis tidak ada sama sekali di Karimun.
Kesenian tradisional yang sampai saat ini masih sering ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain; tari joget dangkung dan kesenian kompang. Tari joget dangkung sudah menjadi program andalan dan menjadi atraksi wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karimun. Setiap tahun diadakan Festival Joget Dangkung yang diikuti oleh berbagai kelompok kesenian dan bahkan juga peserta dari luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Sementara itu, kesenian kompang menjadi unsur kesenian yang diidolakan dalam mengiringi upacara perkawinan, di samping musik rebana. Teater tradisional merupakan unsur kesenian tradisional yang jarang tampak ke permukaan.

 Foto :  Alat Musik Rebana                                   
Perkembangan Kesenian Tradisional
       Sangat disayangkan bahwa kesenian tradisional Melayu di Kabupaten Karimun pada saat ini hanya terlihat digandrungi oleh golongan tua. Generasi muda nampaknya kurang berminat terhadap kesenian tradisional yang ada di daerahnya. Mereka lebih menggemari kesenian modern dalam segala bentuk, corak dan jenisnya. Sementara para seniman yang ada, ruang geraknya terbatas karena tiadanya biaya dalam mengelola kesenian tradisional ini. Hal ini dapat dimengerti karena kesenian tradisional Melayu Karimun nilai jualnya masih rendah dan tidak bisa dijadikan lahan bisnis.
Letak Kabupaten Karimun yang sangat strategis dan berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menyebabkan terjadinya perbauran kebudayaan. Di samping itu, terbukanya wilayah Kepulauan Riau terhadap para pendatang dari suku bangsa lainnya di Indonesia, seperti; Jawa, Minang, Bugis, Batak, Sunda, Flores, dan Banjar menimbulkan terjadinya akulturasi dan asimilasi yang pada akhirnya berpengaruh kepada kehidupan ekonomi, sosial budaya, dan bidang kehidupan lainnya. Konskuensi dari adanya kontak kebudayaan ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada kesenian tradisional masyarakat Melayu di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun.
Kemampuan ekonomi dan cara hidup yang sudah banyak berubah menyebabkan orang tidak lagi memikirkan untuk memiliki dan menikmati kesenian tradisionalnya. Bahkan peralatan kesenian tradisional yang dimiliki dan diwariskan keluarganya sudah tidak mampu dirawat mengingat biaya perawatan tidak sedikit dan mahal harganya. Banyak dari peralatan kesenian tradisional itu yang menjadi terlantar bahkan tidak pernah disentuh lagi. Di samping itu, banyaknya peralatan kesenian modern yang lebih praktis menyebabkan kecendrungan generasi muda lebih menyukai dan melupakan peralatan kesenian tradisional suku bangsanya.
Menurut Bapak Ahmad Jambi (informan), seni teater tradisional, khususnya teater bangsawan yang digelutinya bersama-sama dengan pemain terater tradisional lainnya sulit untuk berkembang karena tiadanya perhatian dari pemerintah daerah dan pihak swasta yang ingin membantunya mengembangkan  kesenian tersebut. Adapun penampilan kesenian yang digelutinya dari tahun ke tahun makin menurun kuantitas dan kualitas pertunjukkannya. Akibatnya seni teater yang digeluti tidak dapat menjamin kehidupan ekonomi keluarganya sehingga membutuhkan pekerjaan lain yang pada akhirnya menyebabkan dirinya dan kawan-kawan tidak punya banyak waktu lagi untuk menggeluti seni teater yang telah mendarah daging dalam kehidupannya.
Ada keinginan dari Bapak Ahmad Jambi dan kawan-kawan mengadakan pertemuan guna membicarakan pembentukan kelompok teater tradisional yang baru. Bekas para pemain teater tradisional yang masih ada (pada masa dahulunya ada beberapa kelompok teater tradisional) dan masih mempunyai kepedulian terhadap kesenian tradisional ini, bermaksud untuk membentuk kelompok teater baru sehingga mereka dapat melestarikan budaya yang masih ada ini. Besar harapan mereka Pemerintah Daerah beserta pihak swasta mau menjadi bapak asuh atau menjadi sponsor terhadap kelompok yang hendak mereka bentuk ini.
Perlu upaya dari berbagai pihak, baik pemerintah terkait maupun anggota masyarakat umumnya untuk bekerja sama melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional yang ada. Upaya ini sangat dimungkinkan mengingat kesenian merupakan aset yang potensial dalam bidang pariwisata di daerah Kabupaten Karimun.

Prospek Kesenian Tradisional
Dengan adanya upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui program penggalian, pembinaan, pemeliharaan dan pengembangan serta penyebarluasan kebudayaan daerah untuk kepentingan kepariwisataan, maka prospek kesenian tradisional yang ada diharapkan dapat pula berkembang saat ini serta di masa mendatang. Penggalian dan pemeliharaan terhadap kesenian tradisional ini memberi harapan besar bagi pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional tersebut.
Pembuatan gedung-gedung kesenian pada masing-masing daerah, secara langsung atau tidak memberikan gairah pagi pelaku kesenian tradisional untuk kembali menampilkan kesenian yang pernah digelutinya. Di samping itu, bagi generasi muda dengan bermunculannya kelompok-kelompok kesenian tradisional menjadi wadah bagi mereka untuk mempelajari dan mencintai kesenian yang telah turun temurun dikembangkan oleh generasi terdahulu.
Usaha yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pelaku seni tradisional mulai menggugah generasi muda untuk kembali menghargai warisan nenek moyangnya. Perhatian dan minat yang mulai tumbuh ini kiranya akan lebih berkembang di masa datang bila dikembangkan kembali rasa kebanggaan terhadap kesenian tradisional. Perhatian dan minat ini dengan memberikan gambaran tentang nilai-nilai budaya yang tinggi yang terkandung di dalamnya. (Jamil, 1994;92).
Bila kesenian tradisional ini dikembangkan lagi, kiranya tidaklah terlalu banyak permasalahannya sebab kesenian ini tidak kalah menariknya dengan unsur kesenian modern yang ada pada saat ini. Hal ini mengingat pada masing-masing kesenian ini terkandung nilai-nilai etika dan estetika yang hampir sama sehingga tidak ada salahnya mempelajari kesenian yang telah ada dan berkembang pada masa lalu.
Upaya untuk membangkitkan minat dan rasa bangga terhadap kesenian tradisional ini dapat pula dengan memperbanyak kuantitas penampilan atau pementasan kesenian tersebut. Dalam setiap kegiatan nasional atau keagamaan pemerintah daerah dapat menggalakkannya dengan meminta kesediaan pihak swasta untuk turut serta mendukung penampilan yang hendak dilaksanakan. Dengan demikian minat dan gairah anggota masyarakat untuk mencintai dan mempelajari kesenian tradisionalnya akan timbul dan mereka mempunyai rasa bangga bahwa mereka menyadari dan mempunyai kesenian tradisional yang tinggi nilainya.
Kini nampaknya usaha ke arah pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional mulai menampakkan wujudnya. Beberapa program pemerintah khususnya pembangunan di bidang kesenian mulai terlihat oleh anggota masyarakat. Upaya ini jelas menimbulkan prospek positif bagi kesenian tradisional di masa datang sehingga diharapkan tiada alasan lagi bagi generasi muda untuk tidak mempelajari dan mencintainya. Dengan kegiatan yang dilakukan ini, prospek kesenian tradisional masyarakat Melayu Kabupaten Karimun masa kini dan mendatang tidaklah gelap dan terancam punah asal upaya yang dilakukan secara terus menerus dalam kesinambungan yang terpadu antara Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakatnya.

0 komentar:

Poskan Komentar